Cerpen Sejarah Berdasarkan Pengalaman Pribadi


Tiga Sekawan
            Pada saat posisi matahari berada diatas kepala, sebelum masuk jam pelajaran fisika, aku bingung degan kondisi pada saat itu. Disisi lain, aku harus memenuhi kenutuhan hidup dan disisi lain aku harus mengikuti pelajaran fisika. Pada saat itu, aku memilih untuk memenuhi kebutuhan hidup, dan aku mengajak kedua teman ku yang kebetulan satu kelas dengan ku untuk pergi ke kantin sekolah. Pada saat aku berada dikantin sekolah, aku teringat satu hal dengan tugas yang telah diberikan oleh guru fisika. Pada saat itu, kelas kami diperintahkan untuk membawa jangka, dan kami pun tidak membawanya. Karena kami tidak membawa jangka, kami pun berpikir bagaimana caranya agar tidak dimarahai oleh guru fisika karena tidak membawa jangka. “Bagaimana kalau kita meminjam jangka ke kelas XII IPA 2 saja?“ Pikir saya dengan senang hati, dan kedua teman saya setuju dengan ide ku. Lalu kami pun meninggalkan kantin sekolah dan bergegas untuk pergi ke kelas XII IPA 2 untuk meminjam jangka.
            Pasda saat waktu menunjukkan pukul 13.00, kami meminjam jangka kepada teman kami yang berada di kelas XII IPA 2. Setelah meminjam jangka kami pun masuk kedalam kelas untuk mengikuti pelajaran fisika. Pada saat kami masuk kedalam kelas, kami pun ditanya oleh guru fisika. “Habis darimana kamu?” Tanya Pak guru dengan tegas. “Habis dari kantin Pak.” Jawab kami dengan rasa takut. Lalu beliau menyuruh kami untuk duduk, dan mengikuti pelajaran fisika sampai selesai.
            Setelah pelajaran fisika selesai, kami pun bergegas untuk pergi ke kelas XI IPA 2 untuk mengembalikan jangka punya teman kami. Setelah kami mengembalikan jangka, kami bertemu dengan guru fisika yang telah mengajar di kelas kami tadi. Lalu kami dimarahi oleh beliau dan kami pun dihukum dikelas XII IPA 2. Kami diberi pertanyaan oleh beliau tentang materi yang sudah diajarkan oleh beliau, dan kami pun bisa menjawabnya. Karena kami bisa menjawab pertanyaan yang telah diberikan oleh beliau, kami diberi nasihat oleh beliau untuk tidak mengulangi perbuatan buruk yang telah kami perbuat. Kami pun dipersilahkan untuk masuk kedalam kelas untuk mengikuti pelajaran selanjutnya. Pada saat masuk kedalam kelas, kami ditanya oleh guru matematika yang sedang mengajar dikelas kami. “Habis darimana kalian?” tanya Bu guru. “Habis dihukum oleh guru fisika Bu.” Jawab aku dan kedua teman ku. “Oh yasudah kalau begitu.” Jawab Bu guru sambil mempersilahkan untuk duduk dan mengikuti pelajarannya sampai dengan selesai. Setelah pelajaran matematika selesai dan bel pulang sekolah berbunyi, Kami pun segera bergegas untuk pulang sambil menikmati senja yang mulai berubah menjadi malam.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Artikel

Contoh Surat Lamaran Pekerjaan